5 Email Automation Strategy Paling Efektif untuk Bisnis Anda

Sebagai digital marketer, Anda harus selalu berkutat dengan penyusunan strategi marketing. Bagaimana strategi terbaik, apa yang harus Anda ubah, mengapa suatu hal menjadi penting, dan lain sebagainya. Untungnya, kami sudah punya 5 email automation strategy yang sangat efektif untuk Anda coba terapkan. Semuanya akan kami bahas dalam artikel ini.

Apa Itu Email Automation?

Email automation adalah satu bentuk digital marketing strategy yang memungkinkan Anda untuk mengirim email secara otomatis kepada pelanggan. Email automation dikirim berdasarkan sebuah trigger atau kondisi tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan email automation tools, Anda dapat mengirim transactional email yang dipersonalisasi secara tepat waktu.

Contoh:

Ketika seseorang baru saja membuat akun untuk memakai layanan digital Anda, mereka akan menerima email automation. Isinya dapat berupa sambutan (welcome email) dan disusul beberapa informasi terkait langkah-langkah lanjutan, penawaran produk pelengkap, berita event, dan lain sebagainya yang termasuk dalam rangkaian email automation dengan trigger pendaftaran akun. Ini yang akan membantu Anda dalam mengumpulkan dan memverifikasi lead generation.

Cara Kerja Email Automation

Email automation bekerja dalam alur yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu trigger, delay, dan pesan.

  • Trigger. Merupakan tindakan pengguna yang ditetapkan sebagai acuan pengiriman email automation.
  • Delay. Merupakan waktu jeda di antara trigger dan pesan.
  • Pesan. Adalah inti dari email automation campaign yang dikirimkan kepada pelanggan. Isinya disesuaikan dengan trigger yang ada.

Jadi, secara gamblang, inilah yang terjadi dalam rangkaian proses email automation:

  1. Anda membuat automated campaign dan menetapkan trigger.
  2. Pelanggan melakukan trigger sesuai yang telah Anda tetapkan.
  3. Sistem automasi mengirim email kepada pelanggan dengan pesan yang telah disesuaikan.

Email Automation Strategy

Untuk mengirim transactional email yang tepat sasaran dan efektif, Anda perlu menerapkan 5 email marketing automation strategies berikut ini.

1. Rencanakan Setiap Campaign

Dalam alur telah disebutkan bahwa proses email automation dimulai dari perencanaan campaign. Oleh sebab itu, Anda perlu merencanakan semua campaign secara rinci dan teratur.

Anda bisa memulai dengan mendata jenis campaign apa saja yang ingin Anda lakukan. Kemudian, Anda bisa membedah tiap campaign ke dalam alur yang lebih sistematis. Sesuaikan trigger awal, isi pesan pertama, skenario tindakan lanjutan dari pelanggan, dan seterusnya.

Semakin spesifik rencana yang Anda buat, akan semakin besar peluang Anda untuk berhasil dalam menjalankan email automation strategy ini dan mendorong email list Anda ke dalam sales funnels yang lebih dalam dengan customer journey yang smooth.

2. Buat Segmentasi Audiens

Mengirim transactional email menggunakan automation bukan hanya bertujuan untuk menghemat waktu dan tenaga. Sistem ini telah dilengkapi dengan fitur personalisasi yang bisa Anda manfaatkan. Caranya, Anda dapat membuat segmentasi audiens atau subscriber Anda terlebih dahulu.

Berdasarkan segmentasi tersebut, Anda bisa mengirim pesan yang lebih tepat sasaran. Dengan pesan yang tepat dan relevan, ini akan meningkatkan angka open rates dan bahkan click-through-rate dan conversion rates.

Maka dari itu, email automation strategy yang satu ini sangat penting karena dengannya efektivitas email yang Anda kirimkan akan meningkat. Anda berpeluang mendapat lebih banyak konversi dan penjualan.

3. Manfaatkan Tools Bantuan untuk Analisis Pelanggan dan Marketing Channel

Anda boleh menyebut diri sebagai expert dalam digital marketing. Namun, jangan sampai Anda melewatkan bantuan digital tools hanya karena merasa bisa melakukan semuanya sendiri. Peran tools yang ada di dalam email marketing platform ini hanyalah sebagai bantuan agar Anda bisa menjalankan email marketing strategy yang lebih efektif. Dengannya Anda bisa memantau kondisi pelanggan dan marketing channel yang Anda gunakan.

Customer Analytics Tools

Anda bisa memanfaatkan digital tools untuk membantu menganalisis customer behaviour. Ini merupakan kelanjutan dari poin sebelumnya, Anda tidak mungkin membuat segmentasi pelanggan secara manual. Bantuan digital tools akan menghemat waktu Anda dan menghindari kesalahan pengelompokan.

Sebagai rekomendasi, Anda bisa memanfaatkan layanan marketing automation kami. Kami menyediakan serangkaian layanan email automation yang dilengkapi dengan fitur segmentasi kontak pelanggan dan analisis capaian. Untuk mencoba produk layanan kami, silakan request demo di sini.

Marketing Channel Tools

Memantau perkembangan marketing channel merupakan bagian penting dari automation strategy. Ini membantu Anda mengoptimalkan content marketing yang Anda buat dan mengetahui channel mana yang paling berpengaruh dalam keberhasilan email automation Anda. Google Analytics adalah rekomendasi terbaik yang bisa Anda pakai.

4. Jalankan A/B Testing

Pengujian adalah bagian yang tidak boleh dilewatkan dalam strategi ini. Ini penting demi memastikan bahwa transactional email yang Anda kirim berhasil mencapai tujuannya. Anda bisa melakukan A/B testing, yaitu pengujian dua sampel untuk melihat statistiknya.

Berikut adalah beberapa referensi A/B testing yang bisa Anda jalankan pada email automation.

  • Uji email subject lines dengan dan tanpa nama pelanggan.
  • Uji email subject lines dengan dan tanpa nominal atau persentase.
  • Uji body email dengan dua penawaran yang berbeda.
  • Kirimkan pada different period of time. Untuk mengetahui pada hari dan jam berapa yang efektif untuk mengirimkan email campaign Anda.

Ini akan membantu Anda untuk mendapatkan conversion rate yang lebih tinggi ketika Anda tahu apa yang diinginkan oleh para audiens atau email list Anda. Campain Anda harus bergerak berdasarkan customers-based untuk mencapai konversi yang lebih tinggi.

5. ‘Bangkitkan’ Passive Subscriber

Dalam marketing, kita meyakini bahwa mempertahankan pelanggan lama lebih menguntungkan daripada terus mencari pelanggan baru. Ini dapat Anda terapkan dalam email automation strategy Anda. Cobalah untuk 'membangkitkan' para subscriber lama Anda yang jarang atau tidak pernah memberi respons, inilah yang dinamakan lead nurturing. Anda bisa mencari tahu lebih dalam di sini.

Anda hanya harus terus menjaga hubungan dengan mereka melalui email. Tetap kirimkan email secara rutin untuk menunjukkan pada mereka bahwa perusahaan Anda masih aktif dan masih menaruh perhatian terhadap mereka. Ajukan berbagai penawaran yang berbeda sampai mereka mau memberikan respons.

Tips dari kami, buatlah email subject lines yang semenarik mungkin, yang membuat subscriber Anda tidak mampu melewatkannya. Lalu, di dalam body email, tampilkan CTA yang jelas dan menonjol. Dalam menyampaikan penawaran, gunakan kalimat yang merayu dan tekankan pada benefit yang akan mereka dapatkan. Terakhir, jangan lupa personalisasi.

Bahkan, Anda bisa meningkatkan sales menggunakan abandoned cart email untuk audiens yang meninggalkan shopping cart mereka sebelum mereka checkout.

Baca Juga

Itu dia beberapa email automation strategy yang bisa Anda terapkan. Dapatkan informasi menarik lainnya mengenai email marketing di blog kami. Anda ingin memulai email marketing campaign dengan kami? Silakan daftarkan diri Anda di sini.

(V.V)