Apa Saja Jenis Marketing Automation Metrics?

Marketing automation dapat membantu perusahaan Anda menghemat waktu dan uang. Maka, untuk mengukur marketing automation metrics, Anda harus menggunakan Key Performance Indicators (KPI) yang tepat. Key Performance Indicators (KPI) adalah metrik yang mengukur seberapa baik kinerja perusahaan Anda.

Lalu, apa saja marketing automation metrics yang perlu diukur untuk membantu proses keberhasilan campaign? Nah, semua metriknya akan dibahas dalam artikel ini.

Jenis-Jenis Marketing Automation Metrics

1. Customer Metrics

Marketing automation sebagian besar dianggap sebagai middle-of-the-funnel tool yang ideal untuk mengubah audiens menjadi pelanggan Anda dan sudah mengetahui brand Anda. Salah satu KPI terpenting untuk suatu bisnis apa pun yang menggunakan marketing automation adalah customer metrics.

Customer metrics merupakan salah satu yang termasuk marketing automation tools yang paling berfokus pada keuntungan. Metrik ini akan membantu Anda mengidentifikasi seberapa baik kinerja marketing campaign Anda dalam hal memperoleh, mempertahankan, dan mencari pelanggan baru. Customer metrics meliputi:

  • Marketing Qualified Leads (MQLs)

Marketing Qualified Leads (MQLs) adalah total jumlah lead yang telah diidentifikasi untuk menjadi pelanggan potensial di masa depan berdasarkan kriteria tertentu. Dengan mengukur MQL Anda dapat menentukan apakah marketing campaign Anda berhasil atau tidak, mengidentifikasi adanya hambatan dalam proses penjualan, melihat channel mana yang paling efektif, dan lain sebagainya.

  • Customer Acquisition Costs (CAC)

Uang yang dibutuhkan untuk mengubah MQL menjadi pelanggan disebut sebagai Customer Acquisition Costs (CAC). Marketing automation metrics ini sangat penting untuk diukur, karena Anda dapat menghemat biaya proses pemasaran, mengidentifikasi channel mana yang paling efektif, dan mengoptimalkan marketing automation campaigns untuk hasil yang lebih baik.

  • Customer Retention Rate (CRR)

Marketing automation metrics lainnya yang harus dipertimbangkan oleh setiap bisnis untuk dilacak adalah tingkat retensi pelanggannya yang bertahan dengan perusahaan Anda dari waktu ke waktu. CRR merupakan cara yang efektif untuk memutuskan apakan Anda telah melakukan hal yang benar dalam menarik pelanggan baru sambil menjaga agar pelanggan yang sudah ada cukup puas untuk tidak beralih. Mengukur CRR juga sangat penting, karena dapat membantu bisnis Anda untuk memutuskan apakah harus membuat perubahan dalam produk atau layanan, meningkatkan pengalaman atau kepuasan pelanggan, dan mengidentifikasi dengan benar cara menjaga kepuasan pelanggan.

  • Customer Lifetime Value (CLV)

Customer Lifetime Value (CLV) adalah metrik yang digunakan untuk menghitung berapa nilai pelanggan bagi bisnis Anda selama durasi hubungan dengan pelanggan Anda. CLV memperhitungkan tidak hanya nilai pelanggan saat ini saja tetapi nilai potensial masa depan pelanggan tersebut. Metrik ini sangat penting untuk dipahami oleh Anda agar dapat membuat keputusan yang tepat tentang cara terbaik berinvestasi berdasarkan customer relationship.

2. Engagement Metrics

Engagement adalah mengukur seberapa tertarik dan terlibatnya audiens dengan brand Anda. Metrics ini dapat digunakan untuk menentukan seberapa sukses marketing campaign Anda dan seberapa baik Anda terhubung dengan audiens Anda. Adapun beberapa metrik yang terlibat diantaranya:

  • Social Media Engagement

Social media engagement adalah metrik yang mengukur seberapa tertarik dan terlibatnya audiens dengan konten Anda di media sosial. Metrik ini dapat membantu Anda untuk menentukan seberapa baik Anda terhubung dengan audiens, mengidentifikasi konten mana yang paling populer di kalangan audiens, dan topik apa yang paling mereka minati. Social media engagement meliputi, share, comment, like, save, dan lain sebagainya.

  • Inbox Hit Rate

Inbox hit rate secara keseluruhan adalah persentase email yang masuk ke kotak masuk pelanggan Anda. Jika tingkat inbox hit rate tinggi berarti Anda melakukan kinerja yang baik dalam mengirimkan email kepada pelanggan Anda.

  • Open and Click-Through Rates (CTR)

Open rates mengukur seberapa banyak pelanggan Anda benar-benar membuka email Anda, sementara click-through yaitu mengukur seberapa banyak mereka mengklik tautan Anda di dalam email. Metrik ini membantu Anda untuk mengukur efektivitas A/B Testing, menentukan seberapa tertarik pelanggan Anda dengan konten email Anda, membuat perubahan pada email yang tidak berkinerja baik, menentukan waktu pengiriman yang tepat, dan sebagainya.

3. Revenue Metrics

Revenue metrics merupakan marketing automation metrics yang sangat penting dilakukan, karena important metric ini mengukur dan melacak keuntungan dan pengeluaran bisnis Anda. Berikut ini beberapa revenue metrics to track:

  • Return on Investment (ROI)

ROI adalah perhitungan yang digunakan untuk menentukan seberapa efisiennya suatu investasi. Metrik ini didasarkan pada berapa banyak uang yang Anda hasilkan dan uang yang telah Anda keluarkan. Mengukur ROI dapat membantu Anda untuk melacak keberhasilan marketing campaign, mengidentifikasi campaign mana yang menguntungkan, dan menentukan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk marketing campaign.

  • Total Revenue Generated

Total revenue generated adalah jumlah total uang yang diperoleh perusahaan mencakup aliran pendapatan, hasil penjualan produk, biaya layanan, dan hasil pendapatan lainnya. Metrik ini dapat membantu Anda memberikan gambaran tentang bagaimana kinerja keuangan perusahaan, melacak kemajuan perusahaan dari waktu ke waktu, dan membantu menentukan produk dan layanan yang paling menguntungkan.

  • Repeat Customer Revenue (RCR)

Repeat customer revenue adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pendapatan yang diperoleh perusahaan dari pelanggan yang telah melakukan lebih dari satu pembelian. Marketing automation metrics ini penting bagi perusahaan karena membantu menciptakan pelanggan setia, melacak loyalitas pelanggan dari waktu ke waktu, dan mengidentifikasi pelanggan mana yang paling mungkin untuk membeli kembali.

Baca Juga

Itu dia beberapa jenis marketing automation metrics yang penting Anda lakukan dalam bisnis Anda. Pastikan semua upaya pemasaran Anda berhasil diukur dengan cara yang tepat.

Selain itu, dapatkan juga tips dan trik menarik seputar marketing automation lainnya pada blog kami. Ingin memulai email marketing campaign dengan kami? Daftarkan diri Anda di sini.

(S.A)