Inilah 8 Cara Menurunkan Bounce Rate dalam Email Marketing

Saat ini, sudah banyak sekali perusahaan atau pelaku bisnis yang menggunakan strategi email marketing untuk menjangkau pelanggan lebih luas dan meningkatkan penjualan produk atau layanan bisnis mereka.

Namun, menjalankan strategi email marketing tidak mudah. Perusahaan atau pelaku bisnis harus memastikan email marketing campaigns mereka sampai ke alamat email pelanggan.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi tingkat email deliverability terhadap email marketing campaign, yaitu bounce rate. Anda perlu memastikan bounce rate pada email marketing campaigns bisnis Anda tidak melebihi 2%.

Pada artikel berikut ini, kami akan menjelaskan delapan cara menurunkan bounce rate dalam email marketing yang harus Anda terapkan pada bisnis Anda.

1. Menggunakan Double Opt-In

Cara menurunkan angka bounce rate pertama adalah menggunakan double opt-in. Membuat pelanggan untuk menggunakan double opt-in merupakan langkah solid, hal ini berarti Anda tidak akan mendapatkan alamat yang tidak valid atau tidak aktif dalam daftar email Anda.

Sebuah double opt-in juga berfungsi sebagai pengiriman autentikasi email ke setiap pelanggan baru dan dapat menambahkan mereka ke daftar email Anda setelah mereka mengeklik tombol konfirmasi.

Email konfirmasi awal harus sampai kepada pelanggan, agar mereka dapat mengonfirmasi, sehingga memastikan bahwa alamat email mereka benar dan dapat menerima email. Ada baiknya Anda menggunakan email automation untuk menjalankan double opt-in ini guna merampingkan manajemen daftar kontak email Anda.

2. Membersihkan Daftar Email Anda Secara Rutin

Seiring berjalannya waktu, daftar email Anda akan diisi dengan kontak pelanggan yang tidak aktif, sehingga menimbulkan masalah bagi Anda jika tidak Anda bersihkan. Maka dari itu, merapikan cepat daftar email Anda secara rutin dapat membuat daftar email Anda tetap bersih dan aktif, sehingga menurunkan bounce rate dalam pengiriman email marketing campaigns bisnis Anda.

Anda bisa memulai dengan menyingkirkan audiens yang tidak aktif sekaligus sudah lama tidak membuka email marketing campaigns bisnis Anda. Anda juga dapat menjalankan campaign untuk melepaskan kontak dan menanyakan apakah audiens masih ingin menerima email Anda.

3. Pastikan Email Anda Tidak Berisi Spam

Memastikan email marketing campaigns bisnis Anda tidak berisi spam merupakan salah satu cara menurunkan bounce rate. Sebab, spam sangat tidak disukai oleh pelanggan dan email providers.

Apabila konten email marketing campaigns bisnis Anda terlihat sebagai spam, maka email providers dapat segera memblokir email Anda, sehingga meningkatkan bounce rate pada email marketing campaigns bisnis Anda.

Maka dari itu, Anda wajib membuat email marketing campaign yang dipersonalisasi yang dapat disesuaikan dengan minat pelanggan Anda dan memberi mereka informasi yang mereka butuhkan, untuk menyelesaikan masalah mereka adalah cara terbaik agar menghindari konten spam pada email marketing campaigns bisnis Anda.

Untuk mendorong pelanggan Anda membuka email marketing campaigns bisnis Anda, Anda harus menghindari menyalin dan menempelkan konten yang sama atau menampilkan baris subjek dan judul yang menyesatkan pelanggan.

4. Segmentasikan Daftar Email Anda

Mengelompokkan daftar email Anda berarti pelanggan hanya mendapatkan informasi yang mereka inginkan dan butuhkan. Sehingga mereka cenderung tidak memasukkan email Anda ke blacklist atau menandai email Anda sebagai spam.

Salah satu cara paling efektif untuk melakukan segmentasi adalah berdasarkan keterlibatan pelanggan, Anda bisa mengelompokkan pelanggan Anda yang paling aktif dan Anda harus lebih sering mengirimkan email ke mereka. Terlebih, ketika Anda mengetahui dara pelanggan yang benar-benar membaca konten Anda.

Sehingga pelanggan sudah menunjukkan bahwa mereka menyambut email Anda dengan terbuka dan dapat mendorong tingkat keterlibatan bisnis Anda, bahkan dapat meningkatkan kinerja email marketing campaigns bisnis Anda secara keseluruhan.

Selain itu, Anda juga dapat mencoba melibatkan kembali pelanggan yang tidak aktif dengan winback email yang dapat menurunkan bounce rate pada email marketing campaigns bisnis Anda.

5. Jangan Menggunakan Domain Pengiriman Gratis

Ini merupakan cara terbaik yang harus Anda lakukan, yaitu dengan mengirimkan email marketing campaigns bisnis Anda dari domain yang Anda miliki. Jangan sampai Anda menggunakan domain pribadi, melainkn dengan domain email bisnis Anda.

Hal tersebut perlu dilakukan agar audiens bisnis percaya dengan brand bisnis Anda sekaligus meningkatkan kredibilitas bisnis Anda, dan dapat memungkinkan email marketing campaigns bisnis Anda masuk ke folder spam.

6. Menjalankan A/B Test Email

A/B Testing adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimasi bounce rate. Beberapa email bekerja lebih baik daripada email lainnya. Anda bisa menguji elemen kunci pada email marketing campaigns seperti subject lines, email copy, dan Call-to-Action (CTA) untuk menentukan frasa dan fitur mana yang paling ditanggapi oleh pelanggan Anda.

Melalui A/B testing, Anda dapat mengirimkan dua email yang berbeda ke dua pelanggan dan melihat email mana yang berkinerja terbaik, sehingga memungkinkan Anda mengukur dan menyesuaikan email mana yang berhasil dan email mana yang tidak berhasil untuk mendorong lebih banyak keterlibatan pelanggan dengan bisnis Anda.

7. Menghapus Email yang Mengalami Hard Bounces dari Daftar Email Anda

Satu hal yang wajib Anda lakukan dalam membersihkan daftar email Anda secara reguler adalah menghapus alamat email yang bersifat hard bounces pada daftar email Anda. Tidak ada gunanya Anda menyimpan email tersebut, karena email tersebut tidak aktif, yang berarti email yang Anda kirimkan tidak akan pernah sampai ke pelanggan Anda.

Dengan menghilangkan hard bounces pada daftar email Anda, maka akan tetap menjaga tingkat bounce rate dalam email marketing campaigns bisnis Anda tetap rendah dan sehat.

8. Email Validator Kami Dapat Membantu Menurunkan Bounce Rate Email Anda

Kami merupakan perusahaan software as a service (SaaS) yang mempunyai layanan email validator yang dapat membantu membersihkan database email Anda. Jika Anda menggunakan layanan email validator kami, maka Anda akan mendapatkan informasi mengenai email mana yang aman untuk dikirimkan sebagai email marketing campaign bisnis Anda.

Layanan email validator kami juga dapat memberikan informasi email mana saja yang mempunyai status invalid, bounce, dan inaccurate beserta penyebabnya.

Purify email validator kami juga terintegrasi dengan mudah dengan layanan email marketing kami. Sehingga layanan ini dapat secara otomatis real-time memeriksa email database Anda untuk memastikan alamat email itu aktif atau tidak. Email validator kami juga dapat mengidentifikasi email yang typo atau tidak valid sehingga Anda dapat menghapus dari email list Anda.

Tidak hanya itu saja, fitur yang bisa Anda dapatkan ketika menggunakan email validator kami yaitu mail servers, pengenalan alamat domain, dan dapat menghapus email yang diblokir atau yang masuk ke dalam daftar hitam.

Selain itu, layanan email validator kami menggunakan teknologi canggih yang dapat mempercepat proses validasi dan memberikan hasil yang lebih akurat dan menurunkan bounce rate pada email marketing campaigns bisnis Anda.

Sehingga Anda dapat memiliki database email yang lebih bersih dan dapat meningkatkan keberhasilan email marketing campaigns bisnis Anda.

Baca Juga

Konklusi

Menjalankan strategi email marketing tidaklah mudah, Anda harus memastikan bahwa email marketing campaigns bisnis Anda tersampaikan ke audiens bisnis Anda atau tidak. Untuk itu, Anda jangan menggunakan database pada email yang tidak original untuk menyimpan data kontak pelanggan Anda pada email bisnis Anda.

Apabila database pada email bisnis Anda tidak original, maka dapat menyebabkan tingkat bounce rate yang tinggi.

Itulah ketujuh cara membuat mailing list yang bersih dari email spam yang bisa Anda terapkan pada email marketing campaign bisnis Anda. Untuk mendapatkan informasi lain seputar email marketing, silakan kunjungi blog kami. Atau daftarkan diri Anda di sini untuk menggunakan layanan email marketing campaign kami.

(A.B)