Apa Profesi Software Developer? Apa Saja Jenis-Jenis Software Developer?

Dunia akan menjadi tempat yang sangat berbeda tanpa software developer. Tapi apa yang sebenarnya software developer kerjakan? Mari jelajahi profesi yang semakin penting ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang aktivitas sehari-hari software developer.

Jawaban atas pertanyaan, “Apa yang software developer lakukan?” sangat mudah, yaitu merancang-mengembangkan aplikasi perangkat lunak. Masalahnya adalah tidak banyak orang di luar dunia IT yang mengetahui apa yang dimaksud dengan software development.

Secara umum, software development kadang-kadang didefinisikan sebagai proses menciptakan sistem software menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Proses ini dapat dipecah menjadi langkah-langkah yang berbeda: konsep, menentukan, merancang, pemrograman, mendokumentasikan, pengujian, dan perbaikan bug.

Saat ini, agile software development adalah pendekatan dominan untuk pengembangan perangkat lunak, yang menekankan upaya kolaboratif dari pengorganisasian diri, bekerja sama dengan tim lintas fungsi, dan berpusat pada gagasan pengembangan berulang.

Jenis-Jenis Software Developer

Sama seperti ada guru seni dan musik, guru bahasa, atau guru biologi, ada juga berbagai jenis dan cara untuk menjadi seorang software developer yang memiliki tugas berbeda-beda, bertanggung jawab dan memecahkan masalah tertentu, dan memiliki pengetahuan khusus sesuai kebutuhan pengguna.

1. Front-End Developer

Dalam software development, front-end adalah bagian dari aplikasi perangkat lunak yang Anda lihat. Keahlian front-end developer terletak pada berbagai kerangka JavaScript, HTML, CSS, desain UI/UX.

Front-end development adalah bagian yang sangat dinamis dari pengembangan perangkat lunak, dengan teknologi dan sistem baru yang dirilis setiap saat dan harapan pengguna berkembang dengan cepat. Pengembang front-end yang hebat adalah pemecah masalah yang fantastis yang suka mempelajari hal-hal baru dan menerapkannya untuk menciptakan software secara baik.

2. Back-End Developer

Back-end developer mengkhususkan diri dalam membangun dan memelihara infrastruktur logis yang mendukung komponen yang pengguna hadapi. Saat Anda membuka Google Search, yang Anda lihat hanyalah mesin pencarian sederhana dengan dua tombol dan beberapa opsi di sekitarnya. Namun, di balik bilah pencarian sederhana ini terdapat sistem rumit yang luar biasa yang dikembangkan oleh back-end developer, dan tujuannya adalah untuk crawling web, mengindeksnya, dan mengambil hasil pencarian yang paling akurat.

Sistem di balik halaman Google Search ditulis dengan Python, Java, dan C++, yang merupakan tiga bahasa pemrograman back-end yang secara rata-rata sangat populer. Bahasa pemrograman back-end populer lainnya termasuk C#, PHP, Ruby, Rust, dan Pearl. Selain fasih dalam satu atau lebih bahasa ini, back-end developer juga bekerja dengan database, sistem caching, dan server.

3. Full-Stack Developer

Developer yang memiliki keterampilan front-end developer dan keterampilan back-end developer disebut full-stack developer. Pada awalnya, semua software developer adalah full-stack developer, tetapi dengan meningkatnya kompleksitas aplikasi perangkat lunak dan ukuran tim software development yang terus berkembang, permintaan untuk full-stack developer mengurang.

4. Desktop Developer

Desktop developer mengembangkan software untuk sistem operasi desktop seperti Windows, macOS, Linux, dan lain sebagainya. Selama bertahun-tahun, pengembangan aplikasi desktop mendominasi industri IT, tetapi permintaan untuk aplikasi desktop telah menurun drastis selama dua dekade terakhir karena munculnya internet dan perangkat seluler.

5. Web Developer

Web developer adalah pengembang software yang berspesialisasi dalam pengembangan situs web. Pada akhir 90-an dan awal 2000-an, situs web jauh lebih sederhana daripada sekarang, terdiri dari tidak lebih dari teks dan gambar yang diformat. Selama bertahun-tahun, website telah menjadi sangat kompleks sehingga sekarang kita berbicara tentang aplikasi web untuk menunjukkan betapa miripnya mereka dengan aplikasi desktop dan seluler.

6. Mobile Developer

Permintaan untuk mobile developer telah meroket dengan munculnya smartphone dan tablet. Dua sistem operasi seluler mendominasi lanskap seluler saat ini, yaitu Android dan iOS, dan masing-masing dari kedua sistem operasi ini mendukung bahasa pemrograman, kerangka kerja, dan lingkungan pengembangan yang berbeda. Mobile developer mempelajarinya untuk membuat aplikasi seluler, yang terkadang dirancang agar kompatibel bahkan dengan sistem operasi desktop.

Baca Juga

Dapatkan tips dan trik menarik untuk developer lainnya di blog kami. Ingin memulai menggunakan produk kami? Daftarkan diri Anda di sini.

(A.F)