SMTP & IMAP: Apa itu dan Apa Perbedaannya?

Sejak tahun 1971 sejak email ditemukan oleh Ray Tomlinson, hingga saat ini email semakin berkemang sebagai medium komunikasi yang masif. Melalui email, komunikasi penting seperti komunikasi bisnis atau antar professional pun sering terjadi. Di dalamnya terdapat protokol email yang akan membantu proses dan berjalannya pengiriman email. Diantaranya adalah SMTP & IMAP.

Pengiriman email yang terjadi di dunia sekarang sudah pada tingkat 306.4 billion email dalam satu hari. Email tidak akan terkirim sebanyak ini tanpa bantuan dari email protokol yang membantu email tersebut sampai kepada penerimanya.

Ketika sebuah company atau bisnis melakukan strategi email marketing, maka penggunaan SMTP & IMAP merupakan suatu hal yang wajib agar email tersebut akan sampai kepada destinasinya.

Ketahui apa itu SMTP dan IMAP yang membantu proses pengiriman email marketing? Apa perbedaannya?

Apa itu SMTP?

Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), merupakan protokol standar bagi pengiriman email di seluruh dunia. Dengan SMTP, Anda dapat mengirimkan, relaying dan forwarding message dari komputer Anda ke mail server yang ada. Pengirim dapat mengirimkan email ke mail server yang nantinya akan diteruskan kepada penerimanya.

Namun, SMTP saja tidak cukup untuk mengirimkan sebuah email sampai ke penerimanya. Terdapat protokol lain yang membantu melakukan penarikan email dari mail server ke inbox email penerima. Terdapat protokol lain yang dapat membantu menerima email hingga masuk ke inbox penerima.

Hal yang perlu diingat adalah ketika Anda melakukan email marketing, yang mana kegiatan utamanya adalah pengiriman email, protokol ini merupakan hal yang wajib digunakan. Protokol lainnya adalah IMAP. Apa itu?

Apa itu IMAP?

Jika SMTP mengurus tentang pengiriman email, maka IMAP adalah protokol yang mengambil alih email dari mail server. IMAP merupakan akronim dari Internet Message Access Protocol. Protokol ini berfungsi untuk menerima dan mengambil email yang sudah ada di server. Fungsinya seperti mengambil estafet dari apa yang SMTP kirimkan di mail server. Sehingga, bisa sampai ke inbox penerimanya.

IMAP ini hanya bisa menerima email, tidak bisa mengirimkannya. Oleh karena itu, ini disebut sebagai protokol penerimaan email. Selain menerima email, protokol ini tidak memiliki fungsi lainnya.

Bagaimana SMTP dan IMAP Bekerja

Seperti yang sudah dikatakan, SMTP dan IMAP adalah satu kesatuan sebagai protokol pengiriman dan penerimaan email. Tanpa kedua ini, email tersebut tidak bisa terkirim atau bahkan hanya ada di mail server jika hanya menggunakan SMTP dan tidak menggunakan IMAP.

Contoh pengerjaannya adalah ketika orang melakukan reset password, request email tersebut akan masuk ke email Anda menggunakan SMTP dan IMAP. Request email tersebut akan dikirimkan dan akan masuk melalui proses SMTP dan IMAP.

Berikut adalah 3 step bagaimana SMTP dan IMAP bekerja:

  • Setelah melakukan compose email dan melakukan klik pada tombol Send, SMTP akan bekerja untuk mengambil email dari pengirim dan menjalankan prosesnya ke mail server.
  • Setelah sampai kepada mail server, SMTP akan mendorong email tersebut untuk masuk kedalam receiving mail server penerima.
  • Disinilah IMAP akan bekerja menarik dari mail server hingga masuk dalam inbox* penerima.

Kedua protokol inilah yang akan membantu email-email yang dikirimkan sampai ke inbox. Dengan menggunakan SMTP dan IMAP, email marketing yang dilakukan pun akan berjalan dengan baik dan tidak ada email yang tidak terkirim. Sehingga, email marketing campaign dapat menghasilkan output yang baik.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog.mtarget.co atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri melalui mtarget.co. Selain itu, subscribe juga newsletter MTARGET di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(N.A)