Social Proof: Apa dan Bagaimana Penerapannya dalam Digital Marketing?

Sebagai konsumen, apa yang menjadi pertimbangan Anda dalam membeli suatu produk? Selain merek dan spesifikasi, konsumen cenderung mencari review sites, produk, atau jasa dari orang lain terlebih dahulu, utamanya saat hendak berbelanja online. Itu adalah apa yang disebut sebagai social proof.

Apa Itu Social Proof?

Social proof merupakan penegasan terhadap kualitas suatu produk atau bisnis tertentu. Istilah ini dipopulerkan oleh Dr. Robert Cialdini melalui bukunya, Influence. Tentang apakah produk tersebut layak dibeli, memiliki performa sesuai dengan klaim perusahaan, sebanding dengan harga yang harus dikeluarkan, dan sebagainya.

Seperti namanya, social proof datang dari penilaian sosial yang didapatkan dan disebarkan melalui social networks. Ini merupakan salah satu perwujudan pendekatan psikologis dalam teknik marketing. Di mana penilaian sosial dapat memengaruhi potential customers terkait kelanjutan proses pesanannya dan akhirnya akan meningkatkan conversion rate bisnis Anda..

Bagaimana Cara Menggunakan Social Proof dalam Digital Marketing?

Ada berbagai bentuk social proof yang bisa Anda terapkan dalam kegiatan digital marketing Anda. Di antaranya ada product reviews dari pelanggan, pandangan industry experts, hingga celebrity social proof. Kami akan menjelaskan beberapa yang paling populer dalam daftar di bawah ini.

1. Testimoni Pelanggan

Jika Anda sering berbelanja di e-commerce, Anda pasti sudah sering menjumpai yang satu ini. Ini adalah jenis user social proof berupa customer reviews terhadap produk yang mereka beli dari toko Anda. Biasanya, customer testimonials ditampilkan dalam bentuk rating dan dilengkapi dengan penjelasannya.

Anda bisa mendapatkan testimoni pelanggan melalui kolom interaktif yang ditambahkan pada website bisnis Anda. Ada pula cara yang lebih konvensional dengan menghubungi pelanggan Anda satu per satu untuk meminta testimoni mereka.

Kemudian hasilnya bisa Anda tampilkan di situs bisnis Anda. Misalnya, jika itu berbentuk kolom interaktif, Anda bisa menambahkannya di halaman order atau landing page. Sedangkan untuk chat history, hasil tangkap layarnya dapat Anda unggah ke social media bisnis Anda.

2. Case Studies

Jenis social proof yang satu ini akan sangat cocok untuk bisnis yang menjual service. Anda bisa mengangkat salah satu client Anda sebagai case study. Ceritakan permasalahan yang client Anda hadapi dan bagaimana layanan Anda mampu membantu mereka. Anda dapat membuatnya dalam bentuk artikel atau video dengan narasi deskriptif yang mendetail.

Akan lebih bagus jika Anda membuat satu case study untuk satu jenis layanan yang dipakai oleh setiap client. Ini dapat menjadi social proof yang sangat efektif jika Anda mengangkat cerita kesuksesan layanan Anda dalam membantu client-client ternama. Contohnya dapat Anda lihat di halaman case studies kami.

3. Sertifikasi Badan Resmi

Jika Anda mencari bentuk yang paling valid, sertifikasi badan resmi atau expert social proof adalah jawabannya. Anda bisa mendapatkannya dengan mengikuti ujian. Misalnya, untuk layanan software, Anda bisa mendaftarkannya ke badan ISO sebagai bukti jaminan keamanan.

MTARGET Bersertifikat ISO 27001:2013

Hal ini bukan hanya akan menjadi social proof yang meningkatkan minat calon customers. Ini juga akan menjadi unfair advantage yang dapat Anda tawarkan kepada mereka. Dengan begitu, Anda dapat meyakinkan bahwa layanan Anda lebih baik dibanding milik kompetitor.

4. Existing Customers

Apa cara yang paling mudah untuk menunjukkan social proof dalam digital marketing Anda? Tampilkan saja nama-nama customer atau client Anda saat ini. Jika Anda memiliki existing customer atau client yang punya nama besar, menampilkannya saja sudah cukup untuk memengaruhi calon buyer Anda.

5. Integrasi atau Partnership dengan Brand Lain

Bekerja sama dengan brand lain dapat menaikkan reputasi bisnis Anda. Ini juga dapat menarik pengguna brand tersebut turut menggunakan brand Anda. Yang perlu Anda perhatikan adalah memilih brand yang tepat. Jangan sampai, niat baik Anda untuk memberi social proof justru berujung buruk akibat salah pilih company.

Sebagai contoh, jika Anda menjalankan bisnis layanan software, integrasikan dengan merek-merek mainstream seperti Google dan Microsoft. Atau jika Anda menjual produk retail, bukalah toko di e-commerce kenamaan seperti Tokopedia dan Bukalapak.

6. Influencer

Pengaruh influencer sudah tak perlu diragukan lagi. Munculnya tren influencer marketing bukan tanpa alasan. Para pengikut tokoh-tokoh populer ini dapat dengan mudah terpengaruh akan apa yang mereka sampaikan.

Kuncinya terletak pada ketepatan dan kehati-hatian Anda dalam memilih influencer. Sesuaikan dengan jenis produk atau layanan yang Anda jual. Juga, pastikan untuk memilih influencer di kelas yang tepat sesuai sasaran penjualan Anda.

Baca Juga

Demikian penjelasan kami mengenai social proof dan penerapannya dalam digital marketing. Kunjungi blog kami untuk mempelajari lebih banyak hal menarik seputar digital marketing. Atau Anda tertarik memulai email marketing campaign dengan kami? Silakan daftarkan diri Anda di sini!

(V.V)