3 Tipe Spamming yang Harus di Hindari

Pelaku digital marketing saat ini, terkadang kurang memahami audiens dengan mengirimkan banyak penawaran secara langsung baik melalui email, pesan maupun WhatsApp. Padahal, hal tersebut membuat audiens merasa risih karena masuk dalam kategori email spam dan sebagainya.

Untuk itu, agar tidak terjebak pada pola spamming marketing, Anda perlu mengerti dan memahami tipe-tipe spamming yang dapat membuat audiens terganggu.

Email Spam

Untuk permulaan, kita akan membahas mengenai tipe spamming yang paling sering Anda dapatkan, tipe spam ini yaitu email spam.

Email spam merupakan sebuah pesan yang masuk pada email namun terkadang tidak diharapkan oleh pelanggan. Beberapa layanan penyedia email biasanya berhasil menyaring email yang terdeteksi sebagai spam. Namun, hal tersebut kurang begitu maksimal mengingat orang orang yang melakukan tindakan email spamming memiliki banyak sekali cara untuk melewati model penyaringan tersebut.

Maka dari itu, untung menghindari kerugian akibat email spam, Anda perlu mengetahui metode apa saja yang digunakan oleh para spammer untuk mendapatkan keuntungan dari kelengahan pengguna, metode tersebut yaitu:

  • Phising

Metode ini bernama Phising. Biasanya menggunakan pendekatan penyamaran dengan mengirimkan email seolah-olah email tersebut berasal dari sebuah perusahaan besar.

Email spam ini nantinya akan meminta beberapa data penting yang Anda miliki seperti nomor kartu kredit hingga hal yang mendorong Anda agar memasukkan detail yang berharga.

  • Baiting

Kemudian ada metode Baiting yang bisa dibilang mirip dengan metode email spam sebelumnya yaitu Phising. Salah satu yang membedakan keduanya yaitu dari cara menarik perhatian pengguna.

Jika Phising menarik perhatian dengan menyamar sebagai perusahaan besar, maka Baiting lebih ke mengundang pengguna dengan menawarkan hal yang bersifat "to good to be true" seperti hadiah jutaan Dollar atau file rahasia yang bersifat sensitif.

  • Spam Antispam

Metode terakhir ini memiliki nama yang cukup membingungkan namun memiliki konsep yang amat sederhana. Biasanya, pelaku spam dengan cara ini menawarkan beberapa hal untuk melindungi pengguna dari spam itu sendiri.

Email spam ini dilakukan dengan mengirimkan tautan yang seolah-olah berisikan hal yang baik namun berisikan virus atau bahkan membawa pengguna ke halaman yang tidak di inginkan.

Messenger Spam

Selain menyasar pada email, tipe spam lain yang masih relevan dan banyak digunakan saat ini adalah messenger spam. Spam model ini banyak dilakukan pada platform sosial media yang memiliki layanan messenger seperti Facebook, LinkedIn dan juga instagram.

Mirip dengan apa yang dilakukan pelaku email spam, para pelaku messenger spam biasanya membuat sebuah grup messenger dengan mengumpulkan banyak orang kemudian mencoba berinteraksi dengan menawarkan link yang akan membuat penggunanya mendapatkan banyak keuntungan dengan mudah dan dalam waktu yang singkat.

Facebook misalnya, memiliki filter pesan spam yang akan memberikan notifikasi dari pesan diluar lingkaran pertemanan pengguna. Namun, notifikasi yang ditampilkan oleh messenger pada akhirnya membuat pengguna semakin penasaran dan akhirnya membuka pesan yang sudah difilter.

Itulah pentingnya kesadaran pengguna dalam menerima pesan dari orang yang kurang dikenal, apalagi jika pesan tersebut menawarkan hal diluar logika seperti kencan buat maupun penawaran software dan juga barang branded dengan harga terjangkau.

Komentar Spam

Spam lain yang sering Anda temui hampir di semua platform baik berbasis website maupun social media adalah komentar spam. Spam dengan tipe ini biasanya dilakukan terus menerus tanpa henti.

Jenis spam seperti ini terkadang tidak memiliki relevansi pada artikel atau postingan yang dibuat oleh pemilik website dan juga pengguna social media. Spam komentar memiliki konten yang beragam, terkadang pelaku meninggalkan video, gambar maupun link yang mengarah pada tindakan pengisian data yang berujung pada Phising.

Itulah beberapa tipe email spam dan spamming lainnya yang banyak terjadi dan seharusnya Anda hindari. Karena akan memberikan dampak yang dapat merugikan mulai dari finansial hingga hilangnya akses ke social media maupun website yang Anda miliki.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog.mtarget.co atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri melalui mtarget.co. Selain itu, subscribe juga newsletter MTARGET di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(N.A)