20 Jenis Email Marketing Metrics yang Harus Anda Perhatikan

Email marketing saat ini telah menjadi marketing strategy yang banyak digunakan untuk berjalannya suatu bisnis. Email marketing perlu menarik perhatian dan tindakan dari audiens atau pelanggan Anda. Jadi, jika Anda masih tidak yakin apakah email marketing campaign Anda berhasil atau tidak, ada beberapa cara untuk mengukur seberapa besar upaya yang dihasilkan email marketing campaign Anda. Pada artikel ini kami akan membahas bagaimana cara untuk mengukur keberhasilan email marketing campaign Anda.

Apa itu Email Marketing Metrics?

Email marketing metrics merupakan sebuah indikator yang dapat membantu menilai keberhasilan email marketing campaign Anda. Metrics ini juga dapat memberitahu Anda apakah email yang Anda kirimkan bermasalah atau tidak. Sehingga, Anda bisa memperbaiki email campaign yang lebih baik lagi kedepannya.

Mengapa Penting untuk Memantau Email Marketing Metrics?

Email adalah salah satu jenis marketing channel yang dapat disesuaikan dan sangat efektif jika dikembangkan dengan baik dan benar. Metrics memberikan data yang berguna terkait campaign email Anda dan dapat menunjukkan pendekatan untuk memecahkan masalah yang Ada. Berikut ini adalah metrics yang paling berpengaruh dan harus dipertimbangkan ketika Anda mengevaluasi email campaign yang sedang berjalan.

20 Email Marketing Metrics yang Anda Perlukan

Dengan melihat 20 jenis metrics ini Anda dapat mengukur performa email marketing campaign Anda di antaranya yaitu:

1. Open Rate

Open rate merupakan metrics yang menghitung berapa banyak email terkirim Anda yang dibuka penerima dan sangat bagus untuk mengukur efektivitas subject line, memantau email, dan mengukur subscriber engagement. Email marketing metrics ini menjadi salah satu metrics yang paling sederhana dan paling umum digunakan oleh email marketer. Dengan melacak persentase pelanggan yang membuka email Anda, tentunya memberikan insight tentang seberapa terlibat pelanggan Anda serta seberapa efektif subject line yang digunakan. Berikut adalah cara menghitung open rate:

Rumus Open Rate


Untuk menentukan email open rate, Anda perlu membagi jumlah email yang dibaca dengan jumlah email yang dikirimkan kepada audiens atau pelanggan Anda. Kemudian, kalikan angka tersebut dengan 100.

2. Click-Through Rate (CTR)

Click-Through Rate (CTR) adalah seberapa banyak email terkirim yang penerima klik. CTR akan membantu Anda menemukan jumlah orang yang mengeklik tautan email Anda. CTR juga merupakan salah satu email marketing metrics terpenting untuk menentukan email copywriting Anda benar-benar mengarahkan pelanggan Anda ke tombol Call-to-Action (CTA). Lalu, bagaimana cara menghitung CTR?

Rumus CTR

Untuk menemukan CTR, Anda hanya perlu membagi jumlah campaign yang diklik penerima dengan jumlah email terkirim. Kemudian, kalikan angka tersebut dengan 100 untuk menentukan hasil CTR Anda.

3. Conversion Rate

Email conversion rate menunjukkan persentase pelanggan yang menyelesaikan tindakan yang diinginkan. Tindakan ini dapat berbeda tergantung pada tujuan Anda. Misalnya, indikator konversi Anda dapat berupa pembelian atau membuat pelanggan Anda mendaftar event dan indikator lainnya. Cara menghitung email conversion rate sebagai berikut:

Rumus Conversion Rate


Jenis email marketing metrics ini mudah dihitung dengan membagi konversi Anda dengan total number of email marketing campaign yang Anda kirimkan. Kemudian, kalikan dengan 100.

4. Bounce Rate

Email bounce rate merupakan jenis email marketing metrics berdasarkan berapa banyak alamat email yang tidak menerima email marketing campaign Anda. Bounce rate ini bisa terjadi karena berbagai alasan. Misalnya, email address yang salah, keluhan spam, pengiriman email yang buruk, inbox yang penuh, dan lain sebagainya. Anda perlu mempertimbangkan dua jenis bounces yaitu:

  • Soft Bounces: Email yang tidak terkirim karena kesalahan sementara seperti inbox email yang penuh.
  • Hard Bounces: Email yang tidak dapat dikirim karena kesalahan permanen seperti alamat email yang salah.
Rumus Bounce Rate


Untuk menghitung bounce rate, Anda harus membagi jumlah email bounced dengan jumlah email yang dikirim dan kemudian dikalikan dengan 100. Hasil bounce rate yang baik yaitu sekitar 2% atau kurang. Mengukur bounce rate terhadap open rate akan memberikan Anda gambaran yang lebih jelas tentang kualitas daftar pelanggan Anda. Jika hasil bounce rate Anda terlalu tinggi, maka pertanda alamat email di daftar Anda buruk atau bermasalah.

5. Unsubscribe Rate

Unsubscribe rate merupakan jenis email marketing metrics yang mengukur berapa banyak orang yang memilih keluar dari email Anda. Cara menghitung unsubscribe rate sebagai berikut:

Rumus Unsubscribe Rate


Unsubscribe rate bergantung pada platform email yang Anda gunakan. Melacak unsubscribe rate adalah cara yang tepat untuk memeriksa seberapa baik daftar email dan isi konten email Anda. Unsubscribe tidak selalu buruk karena melepaskan pelanggan jauh lebih baik daripada ditandai sebagai spam.

Selain itu, hal ini dapat memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk berhenti berlangganan dengan memberitahu kepada Anda bahwa mereka memiliki pilihan tentang jenis konten apa yang mereka inginkan dari brand Anda. Sehingga, membantu membangun kepercayaan.

6. Email Return-on-Investment (ROI)

Email Return-on-Investment (ROI) adalah email marketing metrics yang harus dilacak oleh digital marketers. Metrics ini memberitahu Anda mengenai keseluruhan laba atas investasi untuk campaign Anda. Anda juga dapat menghitung ini dengan cara sebagai berikut:

Rumus ROI


Menghitung ROI mungkin sedikit rumit karena Anda harus terlebih dahulu mengetahui uang yang Anda peroleh dan belanjakan untuk pemasaran email.

  • Money spent atau uang yang dihabiskan, biasanya termasuk jumlah yang dihabiskan untuk marketing tools seperti Email Service Provider (ESP), marketing teams, konsultan, agensi, dan lain-lain.
  • Money gained atau uang yang diperoleh, merupakan keuntungan yang Anda hasilkan dari email campaign Anda. Anda dapat melacak keuntungan email melalui tools seperti Google Analytics atau melalui ESP reporting dan fitur analytics.

Yang pasti, ROI yang didapat dari email marketing jauh lebih tinggi dari social media marketing atau strategi digital marketing lainnya.

7. Email List Growth Rate

Membangun dan mengembangkan daftar pelanggan Anda adalah praktik yang sukses untuk setiap email marketer. Untuk melihat apakah lebih banyak orang tertarik dengan brand Anda dan menentukan apakah upaya menghasilkan prospek dan marketing Anda berhasil, Anda dapat menghitung email list growth rate dengan memperhatikan number of new subscribers dan number of unsubscribes. Berikut adalah cara menghitung email list growth rate:

Rumus Email Growth Rate


Anda juga dapat melihat churn rate yang mengukur berapa banyak orang yang dihapus atau disembunyikan dari email list Anda. Sebaiknya Anda mengetahui berapa banyak yang Anda butuhkan untuk mengembangkan list Anda agar memiliki tingkat pertumbuhan yang positif. Berikut cara mendapatkannya:

Rumus Email Churn Rate


Tentunya, sangat wajar untuk mengalami beberapa penurunan, jadi fokuslah pada cara Anda untuk terus mengembangkan list Anda dengan melibatkan pelanggan dan menemukan pelanggan setia baru.

8. Click-to-Open Rate (CTOR)

Click-to-Open Rate (CTOR) adalah salah satu email marketing metrics yang dapat menunjukkan seberapa efektif isi konten email Anda. CTOR juga merupakan indikator yang diperlukan karena memungkinkan memberi Anda wawasan berharga tentang kinerja email Anda termasuk elemen yang terdiri dari  isi email, desain, atau CTA dan bagaimana audiens Anda berinteraksi dengan elemen tersebut. Cara menghitung CTOR yaitu:

Rumus CTOR


Dibandingkan dengan Click-Through Rate (CTR), CTOR hanya berfokus pada konten email marketing campaign Anda. Selain itu, melacak CTOR akan membantu A/B Testing Anda yang memungkinkan Anda bisa merancang konten yang lebih baik.

9. Email Delivery Rate

Anda harus membedakan kedua hal ini sebelum menghitung email delivery rate yaitu:

  • Delivery Rate: Metrics ini menunjukkan kepada Anda jumlah email yang berhasil diterima oleh subscriber email Anda.
  • Deliverability Rate: Deliverability adalah serangkaian proses yang memungkinkan Anda mengirimkan email campaign ke inbox pelanggan Anda.

Untuk email marketing Anda telah berhasil, Anda harus memiliki hasil email delivery rate yang tinggi. Berikut adalah cara menghitungnya:

Rumus Email Delivery Rate

Hal yang Anda butuhkan untuk menemukan delivery rate Anda adalah dengan mengurangi jumlah email yang dikirim dari jumlah email bounce. Kemudian, bagi jumlahnya dengan jumlah email yang dikirim dan dikalikan dengan 100.

10. Spam Complaint Rate

Saat Anda menghitung email marketing metrics, Anda harus selalu mengingat folder spam. Seperti yang Anda ketahui, pelanggan atau audiens Anda mungkin menandai pesan Anda menggunakan opsi spam dari mailbox provider mereka ketika terlihat mencurigakan.

Sebelum Anda mencoba menemukan apa yang salah, Anda harus memantau spam complaints untuk mengetahui audiens Anda melaporkan email Anda atau tidak. Berikut ini cara menghitung spam complaint rate:

Rumus Spam Complaint Rate


Hasil yang di atas 0,1% tentunya mengkhawatirkan. Anda biasanya mendapatkan spam complaint jika pelanggan Anda tidak mengenal atau mengingat Anda, sangat terganggu, atau tidak tahu cara berhenti berlangganan. Itulah mengapa penting untuk membuat unsubscribe link dan prosesnya yang sangat mudah.

11. Subscriber Acquisition Cost (SAC)

Email Subscriber Acquisition Cost (SAC) merupakan berapa biaya rata-rata untuk mendapatkan satu pelanggan baru. Hal ini sangat berguna bagi Anda yang melakukan paid ads, giveaway, atau marketing campaign. Berikut ini cara menghitung rata-rata dari SAC:

Rumus Subscriber Acquisition Cost


Hasil yang lebih rendah tampak ideal pada awalnya, tetapi terkadang kualitas pelanggan Anda rendah juga.

12. Email Opt-In Conversion Rate

Email opt-in conversion rate mengacu pada jumlah pengunjung situs web yang berhasil bergabung dengan mailing list Anda melalui pop-up form. Jenis email marketing metrics ini dapat berubah berdasarkan posisi opt-in Anda.

Rumus Email Opt-in Conversion Rate


Email marketing metrics ini dapat berubah berdasarkan posisi dari opt-in Anda. Formulir yang terletak di homepage Anda mungkin memiliki tingkat konversi yang berbeda dibandingkan berada di landing page Anda.

13. Revenue Per Subscriber (RPS)

Revenue Per Subscriber (RPS) sedikit berbeda dengan Revenue Per Email (RPE) karena Anda melihat nilai dari subscriber email, bukan dari pengiriman email. Perbedaan ini penting untuk menyertakan semua subscriber aktif Anda. Berikut adalah cara menghitung RPS:

Rumus Revenue Per Subscriber

14. Revenue Per Email (RPE)

Revenue Per Email (RPE) memberikan monetary value langsung ke email Anda. Berikut ini cara mendapatkan RPE:

Rumus Revenue Per Email


Jika Anda menghitung ini untuk jenis email yang berbeda, Anda dapat memperkirakan email revenue sesuai dengan rencana untuk beberapa bulan ke depan. Jika hasil RPE Anda lebih dari rata-rata, berarti konten, produk, atau layanan Anda kurang cocok atau relevan dengan audiens Anda.

15. Email Forward / Share Rate

Email forward atau share rate Anda menunjukkan persentase penerima yang meneruskan atau berbagi email Anda kepada audiens lain. Anda dapat menggunakan metrik ini untuk menentukan apakah isi email Anda cukup menarik bagi pelanggan Anda untuk menunjukkannya kepada teman atau keluarga mereka. Email forward rate yang tinggi sangat ideal untuk bisnis yang ingin meningkatkan strategi marketing word-of-mouth.

Rumus Email Forward Rate

16. Subscriber Lifetime Value (SLV)

Setelah menemukan Revenue Per Subscriber (RPS) Anda dapat menggunakan data tersebut untuk menghitung Subscriber Lifetime Value (SLV). Jenis email marketing metrics ini akan menunjukkan kepada Anda waktu rata-rata yang dihabiskan mailing list Anda sebelum mereka berhenti berlangganan.

Rumus Subscriber Lifetime Value

17. Email Read Rate

Hasil dari email read rate Anda akan menunjukkan berapa banyak email campaign yang terbuka dan dibaca oleh audiens Anda. Jenis email marketing metrics ini berguna untuk campaign yang lebih penting seperti pembaruan privasi, dan sebagainya. Hal ini akan membantu Anda melihat apakah audiens atau pelanggan Anda membaca atau hanya membuka email campaign Anda saja.

Rumus Email Read Rate

18. Non-Open Rate

Di antara berbagai jenis email metrics, Anda juga harus menghitung non-open rate. Indikator ini akan menunjukkan jumlah campaign yang belum dibuka oleh audiens Anda. Memantau hasil dari non-opens adalah cara yang tepat untuk menemukan elemen yang tidak berfungsi dengan baik. Jadi, saat Anda memasukkan data dari A/B Testing, Anda dapat meningkatkan kinerja email dan membuat perubahan kecil namun ternyata sangat penting untuk open rate Anda.

Rumus Non-Open Rate

19. Mobile Open Rate

Pertama-tama, memantau hasil mobile open rate akan membantu Anda merencanakan email campaign Anda secara lebih efektif, memilih desain yang responsif, mengoptimalkan email subject lines Anda untuk mobile device apapun, dan lain-lain. Selain itu, Anda bisa membuat pesan khusus untuk mobile users Anda untuk meningkatkan engagement dan memberikan pengalaman menarik kepada audiens Anda.

Rumus Mobile Open Rate

20. Revenue Per Campaign (RPC)

Selain menghitung RPS, Anda juga dapat menghitung Revenue Per Campaign (RPC) yang sangat penting untuk melihat keuntungan yang dihasilkan dari email Anda. Memantau RPC akan membantu Anda menemukan email marketing campaign mana yang paling sesuai untuk audiens Anda, sehingga bisa berkontribusi untuk membangun email marketing funnel yang efisien.

Rumus Revenue Per Campaign


Menghitung email marketing metrics sangat penting bagi Anda untuk meningkatkan strategi email marketing Anda secara keseluruhan. Seperti yang telah Anda lihat beberapa indikator di atas akan menunjukkan kepada Anda bagaimana kinerja email marketing campaign Anda dan bagaimana bisnis Anda berkembang dengan paying attention ke metrik-metrik di atas.

Baca Juga

Untuk menghitung semua metrics tersebut, Anda dapat dengan mudah menggunakan rumus di atas atau menggunakan marketing tools kami. Dengan menggunakan fitur Email Marketing, kami dapat membantu Anda membuat email marketing campaigns dengan hasil yang relevan di sini.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lengkap terkait dengan email marketing maupun tips dan trik digital marketing lainnya, silahkan kunjungi blog kami.

(S.A)