WhatsApp Marketing: Definisi, KPI, dan Strateginya

Menyusul email, WhatsApp masih menjadi marketing channel yang cukup digemari. Hal ini didukung dengan penggunaan WhatsApp sebagai aplikasi chat utama di Indonesia. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya WhatsApp marketing itu dan bagaimana strateginya?

Apa Itu WhatsApp Marketing?

WhatsApp marketing adalah salah satu strategi digital marketing yang seluruh prosesnya berlangsung di WhatsApp. Ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan konversi bisnis Anda.

Saat membicarakan WhatsApp marketing, Anda juga bisa mengarah pada sebuah layanan digital. Kini, ada banyak perusahaan yang menyediakan layanan WhatsApp marketing untuk membantu kerja para marketers seperti Anda, termasuk kami. Anda dapat mencoba layanan WhatsApp marketing kami di sini.

WhatsApp Marketing KPI

Sebetulnya tidak ada aturan terikat dalam menentukan KPI sebuah strategi digital marketing, termasuk WhatsApp marketing. Ini bergantung pada marketing funnel yang ingin Anda masuki. Berikut adalah beberapa contoh metrik yang bisa Anda pantau berdasarkan funnel-nya.

  • Awareness: engagement rate, open rate
  • Desire: click-through rate, time on page
  • Action: conversion rate
  • Loyalty: customer retention, churn rate

Strategi WhatsApp Marketing

Dalam menjalankan WhatsApp marketing, ada beberapa strategi yang bisa Anda terapkan, yaitu sebagai berikut.

1. Pelajari Opt-in Rules WhatsApp

Ini adalah prinsip dasar, Anda harus mempelajari aturan-aturan yang ada sebelum memulai sesuatu. WhatsApp sendiri memiliki aturan pengguna yang cukup ketat untuk penggunaan bisnis.

Berikut beberapa peraturan WhatsApp Business yang harus Anda patuhi:

  • Untuk memulai percakapan, perusahaan Anda harus mendapatkan consent pengguna. Ini bisa berarti mereka menghubungi Anda terlebih dahulu atau memberikan nomornya melalui opt-in subscription form.
  • Opt-in subscription form harus menyertakan nama, logo, dan gambaran informasi yang akan pengguna terima.
  • Anda harus menginformasikan segala perubahan atau pembaruan informasi yang akan pelanggan Anda terima. Jika pelanggan tidak menyukainya, mereka berhak membatalkan langganan.
  • Jika pengguna menghubungi perusahaan Anda melalui WhatsApp dalam rangka mendapat dukungan pelanggan, ini tidak dihitung sebagai opt-in. Anda tidak boleh menanggapi pesan tersebut kecuali terkait solusi yang pengguna minta.

2. Buat Akun WhatsApp Business

Setelah memahami dan menyetujui peraturan yang ada, Anda dapat memulai kegiatan WhatsApp marketing. Anda harus terlebih dahulu mengunduh, menginstal, dan membuat akun WhatsApp Business. Mengenai tata caranya, Anda bisa langsung masuk saja ke sini dan ikuti seluruh instruksinya.

3. Setting Akun Anda

Akun WhatsApp Business Anda berhasil dibuat! Sekarang, waktunya untuk melakukan setting akun. Dimulai dari menambahkan nama dan deskripsi yang mewakili perusahaan Anda. Anda dapat menambahkan informasi mengenai produk atau layanan yang perusahaan Anda tawarkan.

Jangan lupa tambahkan foto profil, kami sarankan untuk menggunakan logo perusahaan Anda. Lalu, agar lebih menarik, Anda juga bisa menambahkan katalog foto produk Anda beserta masing-masing deskripsinya. Terakhir, setting lokasi dan jam kerja Anda sehingga pelanggan dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menghubungi Anda.

4. Konfigurasi Chat WhatsApp Anda

Tidak hanya akun, Anda perlu melakukan konfigurasi sistem chat Anda. Dimulai dari mengaktifkan pesan otomatis, yaitu pesan yang dikirimkan secara otomatis oleh WhatsApp berdasarkan trigger tertentu. Silakan Anda ikuti langkah-langkah beirkut.

  • Buka menu "More Options" > "Business Tools" > Away Message."
  • Masukkan pesan otomatis yang ingin Anda kirimkan.
  • Jadwalkan kapan pesan itu harus dikirim.
  • Pilih siapa saja yang akan mendapatkan pesan ini.

Tips: Anda bisa mengatur pesan otomatis untuk dikirimkan segera setelah seorang pengguna menghubungi Anda. Tujuannya untuk memberi tahu mereka bahwa WhatsApp marketing Anda masih beroperasi dan Anda akan segera membalas pesan mereka.

Selanjutnya, Anda bisa juga mengatur balasan cepat untuk jenis pertanyaan tertentu seperti pada chatbot. Caranya, Anda bisa mendata beberapa pertanyaan yang paling sering pelanggan Anda ajukan. Jika ini Anda lakukan di awal, Anda bisa menggunakan referensi dari internet atau berdasarkan hipotesis yang Anda buat sendiri.

Fitur ini dapat Anda aktifkan dengan mengetuk menu "More options" > "Business tools" > Quick replies." Di situ Anda akan diminta membuat kata kunci dan memasukkan balasan yang telah Anda buat. Jika sudah, Anda dapat memeriksanya dengan mengetikkan “/” dan melihat apakah daftar balasan cepat yang Anda buat berhasil muncul.

Baca Juga

Demikian mengenai WhatsApp marketing. Dapatkan informasi menarik lainnya mengenai digital marketing di blog kami. Untuk memulai email marketing campaign dengan kami, silakan daftarkan diri Anda di sini.

(V.V)