Hal yang Harus di Setting dalam SMTP Server Configuration

SMTP adalah jawaban yang Anda butuhkan apabila Anda ingin mengoptimasi email marketing untuk kebutuhan bisnis, company, atau bahkan personal Anda. Agar SMTP dapat digunakan sebagai protokol pengiriman campaign email Anda, sebelumnya Anda terlebih dahulu perlu melakukan pengaturan SMTP server configuration.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang hal yang harus di setting dalam SMTP server configuration. Namun sebelum itu, Anda terlebih dahulu perlu mengenal apa yang dimaksud dengan SMTP dan SMTP server configuration.

Pengertian SMTP

SMTP merupakan salah satu tools yang paling dibutuhkan apabila Anda ingin melakukan campaign email marketing. Hal ini dikarenakan peran SMTP adalah sebagai server pengiriman campaign email yang memiliki tugas untuk memastikan bahwa email yang telah terkirim dapat diterima oleh penerima tujuannya.

Untuk menikmati layanan SMTP yang mampu memudahkan pekerjaan rekan marketer dalam mengoptimalkan aktivitas email marketing, perlu dilakukan beberapa hal yang perlu di setting dalam SMTP server configuration.

Anda tentu akan mendapatkan jawabannya apabila Anda telah mengetahui apa yang dimaksud dengan SMTP server configuration. Pada dasarnya, SMTP server configuration merupakan proses konfigurasi SMTP server pada email Anda yang ingin Anda atur dalam pengiriman campaign email.

Apabila Anda pernah menerima email yang secara otomatis terkirim setelah Anda mendaftarkan diri pada suatu website, itulah pekerjaan yang dilakukan oleh SMTP server. pengiriman campaign email yang dikirim melalui SMTP server juga mampu terkirim dalam jumlah yang besar.

Melakukan Setting SMTP Server Configuration

Kemudian, untuk melakukan setting dalam SMTP server configuration, Anda perlu melakukan beberapa hal berikut:

  1. Mengisi Description

Anda perlu mengisi nama domain yang akan Anda gunakan untuk mengidentifikasi server. Nama domain biasanya ada di belakang tanda @ pada alamat email Anda.

  1. Mengisi Server Name

Dalam mengisi kolom ini, Anda perlu menuliskan spesifikasi server SMTP yang Anda gunakan. Untuk menemukannya Anda perlu berkonsultasi secara langsung kepada SMTP Relay server providers yang Anda gunakan. Opsi lainnya, Anda dapat juga mencari nama server pada daftar server POP dan SMTP yang Anda gunakan.

  1. Mengisi Port

Sebagai port default, pada dasarnya SMTP akan menggunakan port 25, namun setiap server dapat menggunakan berbagai port yang berbeda sesuai dengan kebutuhan SMTP masing-masing. Penggunaan port juga terkadang disesuaikan dengan port yang disediakan oleh layanan SMTP hosting Anda. Kenali penggunaan port melalui artikel ini.

  1. Mengisi Connection Security

Sebetulnya, SMTP memang tidak menyediakan server keamanannya sendiri. Sehingga Anda perlu menggunakan koneksi keamanan yang Anda konfigurasikan sendiri (atau dilakukan oleh penyedia hosting).

Biasanya agar SMTP Anda berjalan dengan lebih aman, Anda perlu mengkonfigurasi melalui server ekstensi STARTTLS atau SSL/TLS, yang menggunakan port terpisah untuk komunikasi terenkripsi demi mencegah adanya kebocoran data.

  1. Mengisi Authentication

Ini adalah bagian dari identifikasi server melalui beberapa metode tertentu (password, CRAM-MD5, KERBEROS, dll.)

  1. Mengisi Username

Pada bagian ini Anda perlu mengisi alamat email Anda. Itulah beberapa hal yang perlu untuk Anda setting dalam SMTP server configuration. Kenali juga bagaimana langkah-langkah mengkonfigurasikan SMTP server di sini.

Baca Juga

Dapatkan tips dan trik menarik seputar SMTP Relay server configuration di blog.mtarget.co atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET? Daftarkan diri Anda di sini. Selain itu, subscribe juga newsletter MTARGET di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk updates dan informasi lainnya.
(K.A)